Nanadimana?

Liburan ke Rumah Simbah

Posted on: Juli 16, 2009

aku terlahir dari keluarga perajin batik. masa kecil ibuku juga dihabiskan bermain di latar rumah yang dipakai untuk mengerjakan batik-batik pesanan simbah. aku inget masa-masa kejayaan batik simbah setiap liburan aku berkunjung ke sana selalu dikalahkan oleh bergulung-gulung kain mori yang menumpuk sampai ruang tidur. simbah nggunting kain itu di ruang tamu yang sekaligus dijadiin tempat penjualan kain batik dan baju batik yang dibuat mama.

rumah simbah itu besaaaaar sekali. halaman depan cukup untuk bermain sampe gulung-gulung sama sodara-sodaraku. halaman samping digunakan untuk mencelup kain batik yang panas dengan ember2 raksasa dan bau bahan kimia yang ga enak banget. dan bagian belakang digunakan untuk ngecap dan mainan malam, seingatku. yaa kan waktu kecil ga gitu-gitu ngerti masalah batik. aku cuman inget nggangguin ibu-ibu dengan kebaya dan rambut gelungnya yg lagi tiup2 centing abis dicelup ke wajan isi malam. di belakang kamar simbah juga digunakan untuk batik cap. pokoknya di mana-mana baunya batik deh.

di malam hari aku ama sodara-sodaraku sering maen betengan di halaman depan. dari pohon jambu klutuk sampe hong di pohon kelapa deket gang masuk. juga sering maen sembunyi-sembunyian. tapi euforia kegembiraan maen malem hari sempet buyar waktu kita ditakut-takutin hantu pocong yang muncul di samping ruma. ga heran sih klo bakal ditakut2in seperti itu, kan di belakang tempat ngecap batik tuh ada kuburan luaaasssss. selama setahun aku ngambeg ga mau maen ke ruma simbah, waktu itu aku ikut papa di madiun.

ngga lama simbah meninggal dunia. dan kejayaan batiknya perlahan pudar. yang tersisa cuman cap-capan batik di gudang, amben tempat simbah tidur, dan rumah besar simbah yang berdiri tegak. sayang rumah kuno itu juga ga tahan digempur gempa besar mei 2006 lalu. kusen-kusen kayu jatinya mencelat dari lubang pintu. gebyok besar di ruang tamu masi sedikit utuh. tapi dindingnya tak ada yang kuat diguncang gempa itu. tembok tinggi pembatas dengan rumah tetangga seperti kartu yang disusun dan dijatuhkan bersamaan.

berkat bantuan pemerintah, ruma simbah dibersihkan dari reruntuhan. hingga kini 3 tahun lewat ruma simbah tak pernah lagi berbentuk rumah. tinggal pelataran yang diwariskan ke anak cucu simbah dan sudah tersebar di seluruh Indonesia. setelah lulus kuliah arsitektur, aku jadi kepingin membawa kembali suasana rumah simbah di pelataran kosong itu. membangun lagi rumah bernuansa simbahku dengan ruang depan yang luas dan tempat percetakan batik seperti dulu. tapi tidak untuk batik skala luas, hanya untuk rumah budaya pembuatan batik tradisional.

ruang luas di depan untuk penerimaan tamu juga untuk seminar atau pelatihan jika pengunjungnya banyak. sayap kanan rumah yang dulu untuk kamar digunakan untuk belajar batik tulis dan merancang baju. sayap kiri digunakan untuk bagian celup dengan area pengolahan limbah kimia dari proses wedel. kata mama sih itu untuk membirukan kain sebelum diwarnai lebih lanjut. di benakku ruma simbah akan menerima dengan tangan terbuka wisatawan domestik hingga mancanegara.

aku juga mempelajari daerah ruma simbah lewat internet melalui website agen propertykita. dari website itu aku bisa mengetahui letak rumah dan bagaimana kondisi lingkungan sekitarnya . karena aku harus mengetahui letak rumah dengan akses terdekat ke stasiun, terminal, bandara dan pusat kebudayaan lain di jogja. tentu dalam usaha mencari segmen pasar yang tepat untuk konsumen ruma simbah.

dipadukan dengan ilmu yang aku dapat, tips dan trik merenovasi rumah yang diberikan oleh website propertykita itu ternyata berguna sekali untuk implementasinya. bagaimana cara memaksimalkan ruang bawah tanah, mungkin bisa digunakan untuk ruang yang kuat dan tahan gempa sebagai tempat penyimpanan alat-alat cap peninggalan simbah. pemilihan batu alam yang memiliki beragam bentuk, tekstur, motif dan warna yang dapat memberi kesan sejuk pada ruangan. aku bahkan bisa mencari fengshui yang tepat sebelum membangun ruma simbah agar dapat selaras dengan alam sekitar yang nantinya bisa membawa aura positif ke dalam rumah.

seperti aura menyenangkan dari simbah ketika tangan keriputnya menghitung kain dan jumlah malam yang diperlukan sebelum memulai produksi. simbah selalu yakin atas setiap hitung-hitungannya akan membawa keuntungan yang digunakan untuk biaya hidup simbah dan pekerja-pekerjanya yang menggantungkan hidup di bawah rumah batik simbah dulu. rumah simbah yang baru tentu akan membawa kembali kenangan dan impian simbah dan tentu saja akan memudahkan buyut-buyut simbah bercerita ‘liburan ke rumah nenek’ sebagai tugas selama liburan kenaikan kelas.

Iklan

4 Tanggapan to "Liburan ke Rumah Simbah"

benarkah saya pertamax?
kalo batik sekarang masih ada g?

setiap orang memiliki rumah idaman masing-masing. meskipun saya pun memiliki impian yang muluk dengan rumah yang besar dan mewah full teknologi. dimana semua perangkat terhubung ke komputer dan internet. tapi ya sekedar khayalan. yang terpenting bagi saya rumah itu nyaman dan sehat untuk ditempati sekeluarga. keluarga kecil, bahagia dan cukup lahir batin itu saja.

oia ditunggu komentar berkualitasnya juga dalam tulisan ‘Rumah Impian…’.cheers..

semua setiap orang memiliki rumah idaman masing-masing. meskipun saya pun memiliki impian yang muluk dengan rumah yang besar dan mewah full teknologi. dimana semua perangkat terhubung ke komputer dan internet. tapi ya sekedar khayalan. yang terpenting bagi saya rumah itu nyaman dan sehat untuk ditempati sekeluarga. keluarga kecil, bahagia dan cukup lahir batin itu saja.

oia ditunggu komentar berkualitasnya juga dalam tulisan ‘Rumah Impian…’.cheers..

Sekarang masih produksi Batik gak?
terima pesanan ngecap batik gak?
Saya berminat …
Kalau, masih , saya mohon info, nama dan alamatnya di jogja ya .
bisa dikirim ke email saya desain_utut@yahoo.com
terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: